My Groups

You are not a member of any group.

Login

Message Box

You are not logged in.

Notification

Members Online

None

User Statistics

Registered users : 38792
Online : 1807
Guest : 1807
Members : 0

Online members
No members online!

Last 5 users
alisapugacescu
adrylawumi
dienul82
suksesbisnismlm
ariefalbani
Marketing Opinion: Titit gua punya nama PDF Print E-mail
Wednesday, 14 October 2009 11:48

(sebelumnya saya minta maaf kalau ada istilah yang agak gak sopan. Tapi mudah mudahan yang baca cukup bisa menerimanya dan lebih menangkap inti maksudnya. Terima kasih)

Iya, titit gua punya nama. Ulil namanya. Dari namanya, kira-kira bisa kebayang ya ukuran dan kepribadiannya; kecil lucu ramah dan sopan.

Kecil lucu ramah dan sopan? agak aneh nih. Sekilas kesannya baik baik saja, tapi berhubung itu titit, kok jadi kurang 'menjual' ya. Gimana kalau ganti nama aja? Si Magnum aja! iya Magnum pas banget. Akan memberi kesan besar kuat dan gagah, menaklukan siapapun. Cool! Apalagi kalau setiap cewek lagi makan Magnum dari Walls, wah pasti langsung kebayang titit gua! Perfect!
Hehehe.. nggak kok, gua bukan mau cerita tentang titit. Gua lebih mau bahas tentang bagaimana sebuah nama bisa sangat mempengaruhi persepsi market tentang barangnya. Atau kalau dalam analogi marketing: bagaimana sebuah Brand bisa menciptakan persepsi tentang produknya.

Masih banyak yang gua liat, orang memiliki usaha, lalu kasih Brand sembarangan. Sayang aja rasanya, karena sebuah Brand yang baik akan bisa benar benar memberi gambaran tentang kelebihan atau daya tarik si produk. Sedangkan Brand yang kuat adalah brand yang bisa menciptakan keteringatan tingkat tinggi terhadap market dengan biaya promosi se-efektif mungkin. Ini berlaku buat siapapun dan bisnis apapun, dari usaha rumahan, sampai mass product.

Tau gak kalau Blackberry itu dulunya di release dengan nama Blueberry? mereka ganti nama menjadi Blackberry karena satu alasan: Waktu namanya masih Blueberry, orang merasa nama itu terlalu cute dan lamban. Karakternya salah dan tidak sesuai dengan kelebihan si produk yang deliver kecepatan akses data. Setelah ganti nama jadi Blackberry? hehehe..

Gua punya temen, buka restoran namanya 'Lombok Ijo'. Menurut gua itu nama yang bagus. Dari namanya menggugah selera dan bayangan tentang makanan Indonesia dengan segala macam bumbu2nya. Waktu gua kesana, gua agak kecewa, makanannya sih enak dan harganya acceptable banget. Tapi gua dikasihnya sambal ABC sachet untuk menemani makanan gua. Persepsi gua tentang brand "Lombok Ijo" langsung terganggu. Sayang aja, padahal again, makanannya enak dan harganya ok. Tapi dari brand nya,
ekspektasi gua lebih dari itu. AKhirnya gua ngobrol sama pemiliknya, dan kasih masukan. Menurut gua, restoran dengan nama sekuat itu, makanan dan harga seperti itu, akan sempurna kalau dihidangkan dengan berbagai macam sambal home made yang khas Indonesia.

Satu lagi contoh; ada catering services di jakarta namanya Daily-Delicious. Menurut gua itu brand yang bagus dan pas banget untuk bisnis catering harian. Hanya saja brand sekuat itu harus tetap dijaga
bener bener kualitas layanannya. Sekali orang kecewa, kecewanya akan dalam karena ekspektasinya sudah tinggi. Tapi kalau bisa dijaga bener, gua rasa besar kemungkinan Daily Delicious akan sukses. Karena minimal orang akan punya persepsi bagus dan terhubung banget dengan sifat
bisnisnya yaitu makanan harian.

So, kalau lu punya usaha atau bisnis, pikirkan kepribadian atau sifat layanan/produknya. Apa kelebihannya yang berani lu janjikan? Lalu beri nama yang sesuai. Lalu jagalah mati matian janjinya. Then you'll be ok.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Digg! Del.icio.us! Google! Facebook! StumbleUpon! MySpace! Furl! Ma.gnolia! Twitter! LinkedIn! TwitThis
 

Add comment


Security code
Refresh