My Groups

You are not a member of any group.

Login

Message Box

You are not logged in.

Notification

Members Online

None

User Statistics

Registered users : 38717
Online : 196
Guest : 196
Members : 0

Online members
No members online!

Last 5 users
kurokuro
andieholic
An-an
hardianprabowo
suyatno
Marketing Blog
Marketing Opinion: Titit gua punya nama PDF Print E-mail
Wednesday, 14 October 2009 11:48

(sebelumnya saya minta maaf kalau ada istilah yang agak gak sopan. Tapi mudah mudahan yang baca cukup bisa menerimanya dan lebih menangkap inti maksudnya. Terima kasih)

Iya, titit gua punya nama. Ulil namanya. Dari namanya, kira-kira bisa kebayang ya ukuran dan kepribadiannya; kecil lucu ramah dan sopan.

Kecil lucu ramah dan sopan? agak aneh nih. Sekilas kesannya baik baik saja, tapi berhubung itu titit, kok jadi kurang 'menjual' ya. Gimana kalau ganti nama aja? Si Magnum aja! iya Magnum pas banget. Akan memberi kesan besar kuat dan gagah, menaklukan siapapun. Cool! Apalagi kalau setiap cewek lagi makan Magnum dari Walls, wah pasti langsung kebayang titit gua! Perfect!

 
Marketing/Sales Tips: Merayu lima pacar, harus konstan dong.. PDF Print E-mail
Wednesday, 14 October 2009 11:10

ni masih cerita tentang kelima pacar gua: Pacar Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat. Mereka masih cinta sama gua dan semua berjalan baik baik saja. Masa masa stabil deh. Menyenangkan banget rasanya setiap hari ngobrol dan mesra-mesraan sama mereka satu-persatu.

Eh tau gak, setelah gua pelajari, ada satu kesamaan dari mereka: ternyata semuanya suka dirayu, asal rayuannya wajar dan gak terasa bo'ongan. Yah cewek sekarang makin pinter pinter dalam menghadapi rayuan cowok. So rayuan cowok hari gini harus terasa jujur dan logis. Bahkan kalau perlu, jangan sampai mereka gak sadar kalau lagi dirayu. But the good news is, still mereka seneng kok dirayu.. hehehe

Setelah mikir beberapa lama, akhirnya gua berhasil mempersiapkan satu cerita yang rasanya cukup bisa membuat hati cewek kleper keleper dikit (atau banyak).. dan mulai lah, gua merencanakan satu minggu untuk 'melancarkan serangan' kepada mereka.

Hari senin: Pacar Senin datang.  Setelah duduk duduk dan kayaknya suasana udah pas, gua mulai ngomong dengan penuh semangat. Gini omongannya:

Gua:  "Eh tau gak, mau cerita nih.. pernah saat gua masih kuliah, gua lagi mau nonton di sebuah bioskop. Setelah dapet tiket, gua gak langsung masuk bioskop karena memang pintu belum dibuka. Jadi ya gua duduk dulu disekitar situ."

Pacar Senin: "Trus?"

Gua:   "Waktu lagi duduk duduk nunggu, tau tau mata gua ngeliat ada sepasang orang tua lagi ngantri tiket bioskop juga. Tua banget deh mereka. Kira kira diatas umur 60an. Yang sangat menarik perhatian gua adalah: mereka bergandengan tangan lho"

Pacar Senin:  "Thats sweet.. trus trus?" mulai agak tertarik

Gua: "Iya emang sweet ya, tapi coba lihat lebih dalam deh. Semakin gua pikirin tuh kejadian, semakin gua gak bisa berhenti kagum sama mereka. Kebayang gak, berapa banyak married couple yang masih bergandengan tangan setelah 5 tahun perkawinannya? 10tahun? 20 tahun?"

Pacar senin terdiam sambil mikir

Gua:  "Buat gua, mereka bukan Romeo and Juliet yang berani bunuh diri karena cinta
Mereka juga bukan pasangan dalam film Titanic yang rela mengorbankan nyawa demi sang kekasih.
Mereka jauh lebih indah daripada kisah-kisah cinta dramatis yang gua pernah denger

Cinta memang terasa sejati kalau masih baru.
Tapi Cinta benar sejati kalau sudah teruji waktu"

Begitu gua selesai cerita, si Pacar Senin tanpa ba bi bu langsung meluk gua.. oohh kayaknya karena gua ceritanya dengan penuh perasaan, langsung bisa menyentuh hatinya dan ternyata efektif juga rayuan gua! Selanjutnya apa yang terjadi? hehehe...

Besoknya, gua menyampaikan cerita yang sama untuk Pacar Selasa. Kejadiannya kurang lebih sama lah. Gua juga cerita dengan penuh perasaan. hasilnya? hehehe juga ..

Besoknya lagi Pacar Rabu datang. Gua menceritakan hal yang sama lagi. Tapi kali ini ada yang beda nih. Mungkin karena gua udah dua kali menceritakan hal yang sama sebelumnya, gua ceritanya jadi kurang semangat dan kurang perasaan..

Pacar Kamis lebih parah lagi. Gua mulai bosen mendengar suara gua sendiri menceritakan cerita yang sama untuk ke empat kalinya dalam waktyu empat hari berturut turut. Akhirnya gua ceritanya asal asalan aja.. Dan hasilnya? lebuh buruk lagi. Pacar gua tersentuh pun tidak. Dia hanya senyum aja. Rasanya juga senyumnya hanya untuk menghargai usaha gua doang..

Jumat pagi gua coba analisa. Apa yang salah ya? kayaknya cara cerita gua yang menurun caranya nih. Senin ok, Selasa masih ok, Rabu Kamis udah jelek cara gua cerita. oohh... iya itu masalahnya. Sip deh. Nanti malam menghadapi pacar Jumat jangan sampai salah lagi.

Malamnya gua ketemu Pacar Jumat. Gua berusaha sangat bersemangat menyampaikan rayuan gua itu. Walau gua udah bosen, tapi gua paksa sangat bersemangat. Hasilnya? Kok ya gagal juga. Si pacar jumat gak impressed. Ya cerita dan rayuan gua berlalu begitu saja.. Kayaknya gara gara semangatnya dipaksakan, gua jadi over dan malah terasa membual kali ya..

 
Marketing CRM Opinion: Pacarku Ada Lima PDF Print E-mail
Wednesday, 14 October 2009 09:37

Pacarku Ada Lima. Pacar senin, selasa, rabu, kamis dan jumat. Hari sabtu gua dirumah, karena kalau pacar pacar nelpon, status gua adalah anak baik yang week end gak kemana mana. Minggu gua istirahat. Perfect.

Ternyata punya pacar ada lima susah juga kalau gak tau caranya. Dulu gua punya kebiasaan bikin sms "I love you" atau "I miss you", lalu sent to all ke group para pacar di list phonebook HP gua. Semua
dapat SMS yang sama.

Dulu juga, gua kalo ngeliat boneka lucu, belinya lima, supaya lebih mudah. Masing masing dikasih satu. Bunga beli lima, Coklat beli lima semua beli lima. Masing masing dapet satu yang sama. Gua gak terlalu
peduli juga sih masing-masing pada suka apa nggak, toh gua pikir, ya namanya dikasih, masa sih gak senang.

Awalnya gua kira gua bisa berhasil dengan cara seperti itu. Ternyata gua salah sangka. Lama-lama tiap tiap pacar punya keinginan yang berbeda beda. Pusing gua. Buat gua, mereka hanyalah para pacar saja
yang diharapkan bisa memberi gua kesenangan. Mulai banyak komplain dan bahkan, begitu ada cowok lain yang nawarin lebih dari yang gua beri, mereka mutusin gua dan pacaran sama orang lain.

Lalu yang gua lakukan adalah mengubah cara pandang gua terhadap mereka. Gua mulai mencoba mengerti mereka.Gua mulai mencoba mendengarkan, apa sih yang mereka suka, yang mereka mau, kebiasaan mereka dll.